TITIKTEMU — Gelaran Bazar UMKM Motekar Preneur di Lapangan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Selama pelaksanaan kegiatan, transaksi yang tercatat dari ratusan pelaku usaha berhasil menghasilkan omzet lebih dari Rp1 miliar.
Bazar yang digelar selama beberapa hari itu menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
Wakil Bupati Karawang Maslani mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor UMKM dan industri kreatif memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Menurut Maslani, perkembangan Karawang dalam beberapa dekade terakhir telah membawa perubahan terhadap karakter kehidupan masyarakat. Karawang yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional kini berkembang menjadi kawasan industri strategis.
Perubahan tersebut, kata dia, turut memunculkan budaya perkotaan atau urban culture yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
“Perubahan gaya hidup masyarakat dan kreativitas anak muda Karawang sekarang bukan hanya menjadi tren atau sekadar hobi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi kekuatan baru bagi perekonomian daerah,” ujar Maslani di Karawang, Sabtu.
Ia menilai meningkatnya aktivitas masyarakat, daya beli yang semakin berkembang, serta ketertarikan terhadap produk lokal menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dan industri kreatif.
Selain produk UMKM, kegiatan tersebut juga mempertemukan berbagai sektor lain, mulai dari tenant industri, usaha di bidang jasa kreatif hingga layanan yang berkaitan dengan wellness.
Maslani menyebut keberagaman peserta membuat Bazar Motekar Preneur tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat dan memperluas pasar produk lokal.
Bazar Motekar Preneur berlangsung pada 5 hingga 12 September 2026 di Lapangan Karangpawitan. Dalam kegiatan tersebut terdapat 115 stan yang diisi pelaku UMKM serta 30 stan dari sektor industri.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan pelaku usaha, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif di Kabupaten Karawang.
Capaian omzet yang menembus angka Rp1 miliar selama gelaran bazar menjadi salah satu indikator besarnya potensi ekonomi yang dapat muncul ketika pelaku UMKM diberikan ruang promosi dan akses pasar secara langsung.(ant)





