TITIKTEMU – Proyek rehabilitasi Stadion Singaperbangsa Karawang senilai belasan miliar rupiah menuai sorotan. Hasil pengerjaan proyek yang dibiayai APBD Karawang 2025 itu dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan.
Sekretaris Umum KONI Karawang, Sutrisna, mengungkapkan, masih banyak bagian stadion kebanggaan warga Karawang yang tampak bermasalah. Mulai dari plafon dan dinding yang terlihat rusak, gerbang stadion yang sulit dibuka karena terhalang pohon, hingga sistem drainase yang buruk sehingga kawasan stadion kerap tergenang saat hujan turun.
“Anggaran belasan miliar rupiah yang digelontorkan Pemkab Karawang untuk rehab stadion ini terkesan tidak berimbang dengan hasil pekerjaannya. Kualitasnya masih jauh dari harapan,” ujar Sutrisna, Jumat (30/1/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut juga menjadi temuan langsung Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (29/1/2026) malam dan Jumat (30/1/2026) pagi.
“Sidak bupati ini seharusnya menjadi warning keras bagi pelaksana proyek agar segera memperbaiki kekurangan yang ada,” tegasnya.
Sutrisna mengaku miris melihat kondisi Stadion Singaperbangsa yang merupakan salah satu ikon daerah. Padahal, stadion tersebut direncanakan menjadi venue berbagai event olahraga, mulai dari tingkat regional, nasional, hingga berpotensi internasional.
“Stadion ini simbol semangat kemajuan olahraga Karawang. Bupati punya komitmen besar membenahi olahraga, tapi harus ditunjang dengan pekerjaan proyek yang maksimal, bukan asal jadi,” katanya.
Ia pun mendesak pihak pelaksana proyek agar segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap hasil pekerjaan yang dinilai belum layak.
Bupati Temukan Drainase Bermasalah
Sementara itu, dalam sidaknya di Kompleks Stadion Singaperbangsa, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menemukan luapan air yang menggenangi pintu masuk gerbang utama stadion akibat buruknya sistem drainase.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Perhubungan (Dishub).
“Di stadion kami menjumpai luapan air yang menggenangi pintu masuk gerbang utama. Saya perintahkan Dinas PUPR segera memanggil kontraktor yang mengerjakan renovasi ini agar secepatnya diperbaiki,” tegas Aep.
Tak hanya soal drainase, Aep juga menyoroti kondisi taman bermain anak di area stadion yang dinilai sudah tidak layak pakai dan berpotensi membahayakan pengunjung.
“Taman bermain anak saya perintahkan segera dibongkar dan diganti dengan yang baru agar masyarakat bisa bermain dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Karawang juga telah berkoordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk menertibkan kabel-kabel jaringan yang semrawut di kawasan stadion.
“Kabel-kabel harus dirapikan. Tidak boleh lagi semrawut,” tandasnya.
Data Proyek Rehab Stadion Singaperbangsa Karawang:
– Nilai anggaran: Rp 13.949.850.000
– Sumber dana: APBD Karawang 2025
– Penyedia jasa: CV Sexy Road Indo
– Waktu pelaksanaan: 170 hari kerja
– Konsultan pengawas: PT Prisma Karya Utama
– Konsultan perencana: PT Simply Dimensi Indonesia ***







