TITIKTEMU – Karawang gelar KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan), Sabtu 13 Juni 2026 malam. Operasi dipimpin langsung Bupati H. Aep Syaepuloh bersama Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, dan Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto.
Operasi ini memburu potensi gangguan keamanan dan ketertiban administrasi usaha tempat hiburan malam. Operasi patroli gabungan skala besar ini melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, serta sejumlah instansi pemerintah daerah.
Konvoi bukan sekadar memamerkan lampu rotator agar jalanan terlihat ramai. Operasi ini benar-benar menyisir titik-titik yang dianggap rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Rute patroli dimulai dari Makodim 0604 Karawang, kemudian bergerak melintasi Jalan Ahmad Yani, kawasan Tuparev, Galuh Mas, HS Ronggowaluyo, Adiarsa Barat, hingga kembali ke titik awal melalui Jalan Kertabumi.
Tak cuma jalanan yang diperiksa, sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) juga ikut “didatangi”. Dan ketika rombongan masuk ke lokasi hiburan malam, pemeriksaan tidak berhenti pada urusan keamanan semata.
Di sinilah operasi berubah menjadi inspeksi lintas instansi. Tim DPMPTSP mengecek legalitas dan kelengkapan dokumen usaha. Disperindag memeriksa izin peredaran barang, sementara Satpol PP memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai aturan yang berlaku, termasuk terkait penjualan minuman beralkohol.
Singkatnya, malam itu bukan hanya pengunjung yang diperhatikan. Berkas perizinan pun ikut diminta keluar dari persembunyiannya. Kalau selama ini ada yang menganggap izin usaha cukup disimpan rapi dalam map lalu dilupakan, patroli malam minggu ini menjadi pengingat bahwa dokumen juga harus siap “diajak ngobrol” kapan saja.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menilai malam akhir pekan memang menjadi waktu yang membutuhkan perhatian ekstra dari aparat.
Mobilitas masyarakat yang meningkat, terutama kalangan anak muda, membuat potensi gangguan keamanan bisa muncul sewaktu-waktu apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Setiap malam minggu mobilitas masyarakat cukup tinggi, terutama anak-anak muda. Selama ini kami mendapat dukungan luar biasa dari TNI dan Polri. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga pemerintah daerah,” kata Aep.
Pesan yang ingin disampaikan cukup sederhana: Karawang boleh ramai, ekonomi boleh bergerak, tempat nongkrong boleh penuh, tetapi ketertiban dan keamanan tetap tidak boleh libur.
Aep menegaskan, kekompakan pemerintah daerah, TNI, dan Polri menjadi benteng penting dalam menjaga stabilitas daerah. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Karawang agar pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” tegasnya.
Malam minggu pun berakhir tanpa gejolak berarti. Jalanan tetap ramai, aktivitas ekonomi tetap berjalan, dan aparat memastikan satu hal: Karawang tetap aman, bukan karena kebetulan, melainkan karena dijaga bersama.***






