TITIKTEMU – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menggema di Perumahan Citra Kebun Mas (CKM), Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Sabtu 13 Juni 2026. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian Tablig Akbar yang digagas Forum Silaturahmi Sewilayah CKM (FORSIL).
Kegiatan keagamaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Selama sepekan sebelumnya, panitia telah menggelar berbagai perlombaan Islami, mulai dari lomba adzan, hafalan Al-Qur’an hingga sejumlah kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Pesannya jelas: membangun generasi yang paham agama sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Acara puncak berlangsung meriah dengan kehadiran unsur pemerintah desa, tokoh agama, perwakilan KUA Kecamatan Majalaya, serta Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin. Tausiyah disampaikan oleh dai nasional KH Taufiqurrahman Syahuri yang dikenal luas sebagai “Ustaz Pantun”.
Ketua FORSIL, Ustaz Didi Hermawan, menegaskan, peringatan Tahun Baru Islam harus menjadi momentum pendidikan keagamaan bagi generasi muda, bukan hanya kegiatan seremonial yang berlalu tanpa makna.
“Anak-anak harus memahami makna 1 Muharam sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan. Kita tinggalkan sekat-sekat perbedaan, baik latar belakang maupun golongan,” tegasnya.
Menurut Didi, kerukunan warga merupakan modal utama dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan religius.
“Kerukunan umat di wilayah CKM harus terus diperkuat. Jangan lagi melihat siapa berasal dari mana dan dari kelompok apa. Yang terpenting adalah kebersamaan dan persaudaraan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua MUI Desa Bengle, Lasman. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat pemahaman keislaman masyarakat.
“Momentum 1 Muharam harus menjadi sarana pembinaan umat. Pendidikan keagamaan harus terus hidup di tengah masyarakat agar nilai-nilai Islam benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Karawang, Endang Sodikin, mengapresiasi kekompakan warga CKM yang mampu menghadirkan kegiatan keagamaan secara mandiri dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti Tablig Akbar bukan hanya memperkuat keimanan, tetapi juga menjadi benteng sosial yang efektif menghadapi berbagai tantangan moral di tengah perkembangan zaman.
Peringatan Tahun Baru Islam di CKM pun menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, pendidikan agama, dan persatuan umat masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Di saat banyak pihak sibuk memperbesar perbedaan, warga CKM justru menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar untuk menjaga harmoni dan membangun masa depan generasi yang lebih baik.***







