Tokoh Muda Karawang Desak Polisi Bongkar Dugaan Penculikan Anggota Karang Taruna, Jangan Ada Pelaku Kebal Hukum!

TITIKTEMU – Dugaan penculikan disertai penganiayaan terhadap seorang anggota Karang Taruna Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, mengguncang publik Karawang. Kasus yang kini ditangani kepolisian itu dinilai tidak bisa dianggap sebagai tindak kriminal biasa. Jika benar terjadi, aksi tersebut merupakan ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat sekaligus tamparan bagi penegakan hukum.

Sorotan tajam pun datang dari Tokoh Muda Karawang, Ajat Sudrajat. Ia meminta aparat kepolisian bekerja cepat, profesional, dan berani mengungkap siapa pun yang berada di balik dugaan aksi brutal tersebut.

“Jangan biarkan kasus ini menggantung. Masyarakat menunggu kepastian hukum. Siapa pun yang terlibat harus diproses tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum terlihat tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” tegas Ajat, Jumat 26 Juni 2026.

Menurutnya, negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme maupun praktik kekerasan yang membuat warga hidup dalam ketakutan. Dugaan penculikan dan penganiayaan harus diusut hingga ke akar-akarnya, termasuk apabila terdapat pihak lain yang diduga ikut merencanakan atau membantu peristiwa tersebut.

Ajat menegaskan, apabila penyidik menemukan bukti yang cukup, seluruh pihak yang diduga terlibat wajib dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Korban berhak memperoleh keadilan. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan, objektif, dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan apa pun,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Proses hukum, kata dia, harus tetap dikawal agar berjalan terbuka, tetapi tidak boleh digiring oleh opini maupun spekulasi liar.

Bagi Ajat, Karawang tidak boleh menjadi tempat yang memberi ruang bagi aksi kekerasan. Rasa aman merupakan hak setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara melalui penegakan hukum yang tegas.

“Kami mengutuk segala bentuk tindakan yang mengancam keselamatan warga. Siapa pun pelakunya, jika terbukti bersalah, harus menerima konsekuensi hukum. Tidak boleh ada satu orang pun yang merasa kebal hukum,” tandasnya.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah penyidik. Masyarakat berharap kepolisian mampu mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa, mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab, serta memastikan korban mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum. Publik menanti bukti bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang status, jabatan, maupun kedekatan.

Sebab ketika dugaan penculikan dan penganiayaan terjadi, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib korban, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap tegaknya supremasi hukum.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.