TITIKTEMU – Jalan Tuparev, Karawang, nyaris tak pernah lepas dari persoalan klasik: macet, semrawut, dan bikin emosi pengguna jalan. Biang keroknya bukan rahasia lagi, yakni kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan.
Kawasan yang menjadi salah satu pusat perdagangan itu setiap hari berubah menjadi “kantong parkir” dadakan. Akibatnya, badan jalan menyempit, arus lalu lintas tersendat, bahkan memicu potensi kecelakaan.
“Setiap hari macet dan semrawut. Sudah kayak nggak ada yang ngatur,” keluh Jalal (51), salah seorang pengguna jalan, Senin 29 Juni 2026.
Keluhan serupa terus bermunculan. Namun, kondisi di lapangan seolah belum banyak berubah. Pertanyaannya, sampai kapan persoalan parkir liar ini dibiarkan menjadi penyakit menahun?
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang, Muhana, mengklaim pihaknya tidak tinggal diam. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin 29 Juni 2026, ia mengatakan, Dishub rutin melakukan operasi penertiban.
“Sejauh ini Dishub berupaya memberikan edukasi dan melakukan penindakan langsung kepada juru parkir,” ujar Muhana.
Menurutnya, petugas juga secara rutin menertibkan kendaraan yang parkir liar di sejumlah titik di Karawang. Bahkan, kendaraan yang ditinggal pemiliknya saat razia berlangsung akan langsung digembok.
“Kalau sopir tidak berada di lokasi saat penertiban, petugas melakukan penggembokan kendaraan,” katanya.
Muhana menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta mencegah kecelakaan akibat penyempitan badan jalan.
Tak hanya itu, Dishub juga mengaku tengah mengkaji penyediaan lahan parkir milik pemerintah di luar bahu jalan sebagai solusi jangka panjang.
Namun, publik tentu berharap langkah itu tidak berhenti sebatas kajian dan imbauan. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan parkir liar masih menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Tuparev.
Jika penertiban memang dilakukan secara rutin, mengapa kemacetan akibat parkir liar masih terus terjadi? Pertanyaan itulah yang kini menunggu jawaban lewat aksi nyata, bukan sekadar pernyataan.
Dishub pun mengimbau seluruh pengendara agar lebih disiplin mematuhi aturan parkir demi terciptanya ketertiban dan keselamatan bersama.
Kini, masyarakat menunggu konsistensi penegakan aturan agar Jalan Tuparev tak lagi menjadi simbol kemacetan yang tak kunjung terurai.***







