TITIKTEMU – Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah ruas jalan akses sekolah di Karawang, Selasa 21 Juli 2026. Bukan hanya petugas lalu lintas dari bidang pengendalian operasional, seluruh pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang ikut turun ke lapangan, lakukan giat program SIGAP PAGI (Aksi Gabungan Pegawai Dishub Gatur Pagi).
Program ini menjadi langkah baru Dishub untuk membantu mengatur arus kendaraan sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan sekolah yang selama ini menjadi titik rawan kepadatan pada jam sibuk.
Kepala Dishub Karawang, Muhana, mengatakan, pengaturan lalu lintas memang sudah menjadi agenda rutin setiap pagi. Namun, kali ini konsepnya dibuat lebih masif dengan melibatkan seluruh unsur pegawai Dishub.

“Biasanya pengaturan lalu lintas hanya dilakukan sekitar 110 personel dari bidang Pengendalian dan Operasi (Dalops). Sekarang seluruh pegawai Dishub ikut bergerak, mulai dari sekretariat, UPTD Parkir, UPTD Terminal, UPTD Pelabuhan dan Pelayaran, hingga UPTD Pengujian Kendaraan,” ujarnya.
Total sebanyak 160 pegawai diterjunkan dan disebar di 22 sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK yang berada di tepi jalan raya dengan volume kendaraan tinggi.
Menurut Muhana, selama ini banyak sekolah yang belum mendapatkan pendampingan pengaturan lalu lintas karena keterbatasan personel. Padahal, aktivitas penyeberangan siswa di depan sekolah menjadi salah satu titik yang memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi.
“Alhamdulillah, melalui SIGAP PAGI sekarang kita bisa membantu pengaturan lalu lintas di sekolah-sekolah, terutama saat siswa menyeberang jalan. Keselamatan anak-anak menjadi prioritas,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini personel Dalops lebih banyak difokuskan menjaga jalur protokol dan titik kemacetan utama. Sementara kawasan sekolah yang berada di ruas jalan cepat belum seluruhnya bisa terlayani.
“Faktanya, titik rawan bukan hanya di simpang jalan atau jalur protokol. Banyak sekolah yang langsung berbatasan dengan jalan raya berkecepatan tinggi sehingga sangat berbahaya bagi siswa. Karena itu, hari ini kita gas melalui program SIGAP PAGI,” tegas Muhana.
Program ini juga diharapkan menjadi budaya pelayanan baru di lingkungan Dishub Karawang, di mana seluruh pegawai tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi hadir langsung memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, SIGAP PAGI diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk lebih mengutamakan keselamatan, terutama di kawasan pendidikan.
Dengan kolaborasi seluruh pegawai, Dishub Karawang optimistis lingkungan sekolah akan menjadi lebih aman, kemacetan pada jam masuk sekolah dapat ditekan, dan mobilitas masyarakat di pagi hari berlangsung lebih lancar serta nyaman.***






