TITIKTEMU – Kesuksesan tidak selalu lahir dari jalan yang mudah. Bagi Abdul Aziz, SE, anggota DPRD Karawang dari Partai Golkar, perjalanan hidupnya ditempa dari lingkungan pesantren yang penuh disiplin, kesederhanaan, dan semangat menuntut ilmu.
Jauh sebelum dikenal sebagai wakil rakyat, Abdul Aziz menghabiskan masa remajanya di Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Babakan Ciwaringin, Cirebon.
Pada tahun 1993, ia mulai menimba ilmu agama di salah satu pesantren yang dikenal melahirkan banyak tokoh dan pemimpin di berbagai bidang.
Di tahun yang sama, Abdul Aziz melanjutkan pendidikan formalnya di MTs Salafiyah Syafi’iyah Babakan Ciwaringin setelah berpindah saat duduk di kelas dua.
Semangat belajar dan kemauan untuk berkembang membuatnya aktif dalam berbagai kegiatan sekolah maupun organisasi. Memasuki tahun 1995, ia melanjutkan pendidikan ke MAN Babakan Ciwaringin.
Di masa inilah jiwa kepemimpinannya mulai terasah. Abdul Aziz dipercaya menjadi Wakil Ketua OSIS dan aktif dalam kegiatan Pramuka. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan memimpin, bekerja sama, dan mengelola organisasi.
Tak hanya aktif di lingkungan sekolah, Abdul Aziz juga bergabung dengan Ikatan Pelajar Pesantren Karawang (IPPK), organisasi yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus pengembangan kapasitas para santri asal Karawang yang menuntut ilmu di Babakan Ciwaringin.
Kehidupan pesantren yang dijalaninya turut membentuk karakter tangguh dan mandiri. Ia pernah tinggal di Pondok Al Azhar Bawah Kamar 03, kemudian melanjutkan masa mondok di Darul Ulum Atas Kamar 01. Dari kehidupan sederhana sebagai santri, ia belajar arti perjuangan, kedisiplinan, serta pentingnya menghargai proses.
Kini, perjalanan panjang tersebut mengantarkan Abdul Aziz menjadi anggota DPRD Karawang. Namun, kedekatannya dengan dunia pesantren tidak pernah terputus.
Hingga saat ini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Komunikasi Alumni Babakan (MAKOM ALBAB) Cabang Karawang, organisasi yang menghimpun para alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.
Menurut Abdul Aziz, pendidikan pesantren telah memberikan fondasi kuat dalam membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan.
“Pesantren mengajarkan saya untuk tidak mudah menyerah, menghormati guru, mencintai ilmu, dan selalu berusaha memberikan manfaat bagi orang lain. Apa pun profesinya, jangan pernah berhenti belajar dan jangan takut bermimpi besar,” ujarnya, saat berbincang dengan media ini, Jumat 12 Juni 2026.
Ia juga berpesan kepada generasi muda, khususnya para santri, agar terus percaya diri dalam mengejar cita-cita.
“Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari kampung atau pesantren. Justru dari tempat sederhana itulah lahir banyak pemimpin, ulama, pengusaha, dan tokoh bangsa. Kuncinya adalah disiplin, kerja keras, dan menjaga akhlak,” kata Abdul Aziz.
Bagi Abdul Aziz, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
“Kesuksesan sejati bukan ketika kita berada di posisi tinggi, tetapi ketika keberadaan kita bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Teruslah berjuang, karena setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya,” tuturnya.
Kisah perjalanan Abdul Aziz menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren tidak hanya mencetak pribadi yang kuat secara spiritual, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin yang berkiprah di berbagai bidang.
Dari kamar santri di Babakan Ciwaringin hingga ruang sidang DPRD Karawang, perjalanan tersebut menjadi inspirasi bahwa ketekunan, kerja keras, dan nilai-nilai keislaman dapat mengantarkan seseorang menuju pengabdian yang lebih besar bagi masyarakat.***






