TITIKTEMU — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta para pelaku usaha tidak ragu melaporkan berbagai aksi premanisme, pungutan liar (pungli), maupun tindak kejahatan lain yang berpotensi mengganggu aktivitas perusahaan dan menciptakan ketidaknyamanan bagi investor.
Menurut Sigit, keberadaan praktik-praktik tersebut dapat menghambat terciptanya iklim usaha yang sehat. Karena itu, ia meminta jajaran kepolisian segera merespons setiap laporan yang berkaitan dengan gangguan keamanan di lingkungan industri.
“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” ujar Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat.
Ia menilai kondisi keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi dan industri. Lingkungan yang aman dan tertib, kata Sigit, tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja, tetapi juga membantu perusahaan menjalankan kegiatan operasional tanpa gangguan.
Kepastian keamanan juga diyakini dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Indonesia.
Sigit menyebut Indonesia memiliki sejumlah modal kuat untuk menjadi negara tujuan investasi. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga didukung oleh besarnya pasar domestik serta program hilirisasi yang terus dikembangkan di berbagai sektor strategis.
Besarnya potensi tersebut turut terlihat dari capaian investasi nasional. Hingga semester I 2026, realisasi investasi di Indonesia tercatat mencapai Rp1.010,6 triliun.
Karena itu, Polri memastikan akan terus menjalankan peran dalam memberikan rasa aman sekaligus kepastian hukum bagi pelaku usaha. Upaya tersebut dinilai penting agar aktivitas industri dapat berlangsung secara lancar dan berkesinambungan.
“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” kata Sigit.
Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bahwa terciptanya iklim investasi yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Dunia usaha juga memiliki peran penting dengan menjalankan ketentuan yang berlaku dan memastikan hak-hak para pekerja terpenuhi.
Ia juga mendorong perusahaan membangun hubungan industrial yang sehat, adil, serta harmonis antara manajemen dan pekerja.
Sigit menilai pengusaha dan pekerja pada dasarnya memiliki kepentingan yang saling berkaitan. Perusahaan membutuhkan tenaga dan dukungan pekerja untuk menjaga proses produksi, sementara pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat, stabil, dan mampu berkembang sebagai sumber mata pencaharian.
Atas dasar itu, ia mengajak seluruh pihak mengutamakan dialog dan musyawarah ketika menghadapi persoalan ketenagakerjaan.
Menurutnya, penyelesaian melalui komunikasi yang baik dapat mencegah konflik berkembang dan sekaligus menjaga hubungan industrial tetap kondusif.
Dengan kondisi keamanan yang terjaga serta hubungan antara pekerja dan pengusaha yang harmonis, Sigit berharap aktivitas industri dan investasi di Indonesia dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.***







